Jurgen Klopp Sindir Manajer Arsenal

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menyindir bos Arsenal, Arsene Wenger. Menurut Klopp, Wenger tak bisa mengoptimalkan potensi Alex Oxlade-Chamberlain.


Gelandang berusia 24 tahun itu bergabung dengan Liverpool pada Agustus 2017 dengan mahar 39 juta euro. Wenger melepas Oxlade-Chamberlain sebelum kontraknya berakhir.

Namun, Oxlade-Chamberlain berkembang pesat bersama Liverpool. Bahkan, dia mampu mencetak satu gol dan menyumbang satu assist. Melihat statistik tersebut, Klopp menyebut Wenger kurang optimal mengeluarkan talenta pemain kelahiran Portsmouth, Inggris tersebut.

"Dia harus beradaptasi, saya tahu bagaimana jika Anda termasuk seorang rekrutan besar. Anda harus segera melakukannya, walaupun sulit," kata Klopp dilansir AFP.


Kekuatan Terpendam


Klopp percaya Chamberlain memiliki kekuatan terpendam sejak masih berseragam Arsenal. Chamberlain mencetak dua gol dalam 20 penampilan untuk Liverpool, dan sudah membukukan 20 gol dalam 198 pertandingan untuk tim Meriam London.

Klopp pun menilai tidak berkembangnya permainan gelandang itu karena Wenger memprioritaskan permainan Alexis Sanchez dan Mesut Ozil.

"Saya pikir perbaikan terbesar, atau potensi terbesar yang dimilikinya, adalah saat benar-benar terlibat dalam mencetak gol, karena dia memilikinya dalam dirinya sendiri," ujar Klopp.

"Ini tidak bisa dipercaya, tapi dia tidak banyak memikirkan hal ini di masa lalu," katanya. "Jika Anda menyaksikan Arsenal di masa lalu, dua pemain yang menentukan adalah Sanchez dan Ozil."

"Di sini, kami memberikan lebih banyak kepercayaan, dan jika dia berada di lapangan, dia perlu terlibat dalam situasi seperti ini," kata Klopp.


Penting Bagi Arsenal


Di sisi lain, Wenger menilai pertantingan melawan Liverpool sangat penting, terlihat dari 11 perubahan susunan pemain mereka saat mengalahkan West Ham 1-0 di Piala Liga.

Liverpool memiliki waktu istirahat yang lebih panjang dibandingkan Arsenal yang juga dihantam cederanya Giroud.

"Ini sangat menentukan, terutama kami memiliki jadwal yang sulit di belakang kami," katanya.

"Kami harus duduk dan menganalisis dengan baik apa yang bisa kami lakukan. Apa yang sangat mengkhawatirkan dalam pekerjaan saya adalah ketika Anda kehilangan pemain seperti Giroud."