Bos Ac Milan Bantah Adanya Pencucian Uang

Sempat muncul kabar tak sedap bahwa pembelian Rossoneri digunakan sebagai alat pencucian uang oleh pemilik baru mereka asal Tiongkok.

Pemilik AC Milan, Yonghong Li secara tegas membantah adanya tuduhan soal pencucian uang dan menyebut pihaknya punya hak untuk menuntut seluruh pihak yang telah menyebarkan kabar tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, kabar tak sedap tersebut menerpa bos besar Rossoneri dengan dua media ternama Italia, La Stampa dan II Secolo XIX mengklaim bahwa pembelian aset klub dari Silvio Berlusconi digunakan sang pengusaha asal Tiongkok sebagai alat pencucian uang.

Bahkan Selasa (16/1) waktu setempat, ada berita yang menyatakan bahwa sebuah berkas penyelidikan kasus tersebut sudah sampai ke meja kejaksaan, meski akhirnya mendapat sangkalan secara resmi.

"Artikel-artikel yang belakangan dipublikasikan oleh surat kabar Italia La Stampa dan II Secolo XIX, yang kemudian dikutip oleh berbagai media lainnya, soal tuduhan pencucian uang yang dialamatkan pada grup Finnivest membuat saya harus memberikan klarifikasi," ucap Li, dalam rilis resmi Milan.

"Proses pembelian AC Milan selalu dilakukan dengan transparansi, kepatuhan pada regulasi dan ketepatan, dengan dukungan dan saran dari penasehat finansial internasional."

"Seluruh prosedur diikuti dengan kepatuhan penuh pada setiap hukum dan praktek yang berlaku."

"Seluruh institusi finansial, organisasi olahraga dan otoritas terkait sudah menerima dokumentasinya, baik yang dibutuhkan maupun yang diminya, untuk melakukan penilaian dan persetujuan proses akhir dan kualifikasi dari pimpinan baru yang sekarang mengelola tim."

"Apa yang sudah saya baca dalam beberapa hari terkahir tidak mencerminkan realitas fakta yang ada, sembari mempertimbangkan grup yang saya pimpin, AC Milan S.p.A, dan saya sendiri sebagai pesakitan dari kampanye media yang tak bisa diterima berdasarkan spekulasi dan informasi yang keliru."

"Kami memiliki hak untuk bisa mengambil semua langkah legal demi melindungi citra, reputasi dan kesolidan finansial dan AC Milan dan semua grup yang terkait."